SIARTEK https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek <p>Jurnal Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur</p> Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa en-US SIARTEK 2442-8299 <div align="left">Hak Cipta © 2019 oleh Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa<br><span style="font-size: 12px; color: #f37934;"><em>Seluruh hak cipta jurnal ini atau bagian apa pun darinya&nbsp;tidak boleh direproduksi atau digunakan dengan cara apa pun&nbsp;tanpa izin tertulis dari penerbit&nbsp;kecuali untuk penggunaan kutipan singkat dalam ulasan buku.</em><br></span>Licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">CC Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.&nbsp;<span style="font-size: 10px;"><br></span></div> <div align="justify"><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a></div> Perhitungan Kenyamanan Termis Manusia https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek/article/view/21 <div align="justify"><br>Ilmu kenyaman termis hanya membatasi pada kondisi udara yang tidak ekstrim, dimana tubuh manusia masih bisa beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan disekitarnya. Dalam kondisi ini, terdapat daerah suhu dimana manusia tidak memerlukan usaha apapun sebagai bentuk respon dari perubahan suhu, seperti menggigil ataupun mengeluarkan keringat. Daerah suhu ini yang disebut dengan ‘suhu netral atau nyaman’. Farida Idealistina (1991) dari penelitiannya menyatakan bahwa suhu nyaman diperlukan manusia untuk mengoptimalkan produktifitas kerja.<br>Masyarakat Indonesia sebagai daerah yang beriklim tropis lembab mampu beradaptasi dengan keadaan kurang menguntungkan akibat dari keberadaan suhu lingkungan di daerahnya. Guna menciptakan suatu kondisi bangunan yang bisa memenuhi keadaan ‘suhu netral atau nyaman’, maka dibangun suatu konsep bangunan yang memiliki banyak bukaan. Dengan adanya konsep ini, membantu masyarakat menciptakan suatu tempat beraktifitas dengan penghawaan alami dan mekanisme pergerakan udara segar yang baik dalam ruangan</div> Ranhard S.T. Antou ##submission.copyrightStatement## 2018-10-25 2018-10-25 4 2 32 40 Karakteristik Mikromekanik Low-grade Rubber Bearing Sebagai Isolator Pada Hunian Tingkat Rendah https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek/article/view/26 <div align="justify"><br>Base isolator berbasis karet merupakan salah satu pendekatan yang popular dalam menahan goncangan gempa pada struktur. Pemanfaatan low-grade rubber bearing masih sangat jarang sehubungan dengan kemampuan mekanis material LGRB yang ada. Penelitian ini menginvestigasi perilaku tiga model base isolator berbentuk kubus, silinder dan silinder berlapis plat baja/steel shim. Ketiga model isolator, CUB20, CYL20 dan SHA diberi beban vertikal dan horisontal pada pelat pembebanan setebal 25 mm dengan tumpuan jepit pada pelat pembebanan bagian bawah kemudian dianalisis perilaku tegangan mikromekanis, regangan ekivalen dan tegangan geser menggunakan FEM. Karakteristik isolator LGRB ditinjau di sepuluh titik tinjau pada permukaan model sepanjang ketinggian karet isolator. Hasil uji parametrik dengan aplikasi ANSYS menunjukkan bahwa model isolator karet berlapis steel shimmempunyai kapasitas dan kemampuan yang lebih baik diikutimodel silider dan model kubus. Penempatan steel shim dapat menstabilkan pengaruh besarnya beban luar pada karet isolator sehingga dapat memberikan respon yang lebih memadai apabila diaplikasikan pada struktur dalam menahan beban gempa.</div> Sandy I. Yansiku ##submission.copyrightStatement## 2018-10-25 2018-10-25 4 2 Analisis Desain Geometrik Jalan Pada Lengkung Horisontal Tikungan Dengan Metode Bina Marga dan AASHTO Studi Kasus Ruas Jalan Km 180–Waerunu Sta 207+500 s/d Sta 207+700 https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek/article/view/39 <div align="justify"><br>Pembangunan jalan merupakan salah satu tujuan dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan dari kawasan terisolir menjadi kawasan terbuka dengan demikian akan semakin banyak pembangunan lainnya yang mendukung dengan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal ini mendukung sekali dengan terciptanya perekonomian yang lebih baik. Secara spesifik, Perencanaan Geometrik Jalan tersebut antara lain pada Alinyemen Horizontal meliputi : gaya sentrifugal, jari- jari tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, bentuk lengkung Horizontal, jarak pandangan dan pelebaran tikungan. sedangkan untuk Alinyemen Vertikal, meliputi : kelandaian Alinyemen Vertikal, Lengkung Vertikal Cembung dan Cekung. Kecendrungan tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang ada saat ini di jalan Trans Maumere-Larantuka pada ruas jalan Km 180-Waerunu, Sta.207+500 s/d Sta. 207+700 tidak sesuai standar Perencanaan Geometrik Jalan, oleh karena itu harus di rencanakan ulang.</div> Dedi I. Pau Siprianus Aron ##submission.copyrightStatement## 2018-10-25 2018-10-25 4 2 29 35 Analisa Pengaruh Perubahan Geometrik Jalan Terhadap Kinerja Jalan Anggrek Kota Maumere https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek/article/view/52 <p>Ruas Jalan Anggrek merupakan tipe lingkungan komersil. Tingginya arus kendaraan pada jam-jam sibuk mengakibatkan kinerja ruas Jalan Anggrek meningkat. Keberadaan beberapa sekolah yang dihubungkan ruas jalan ini serta berbagai unit usaha masyarakat seperti kios, pertokoan, dan warung makan yang tidak menyediakan tempat parkir khusus untuk pengunjung merupakan penyebab terjadinya masalah lalu lintas pada ruas jalan ini. Tahun 2016 dilaksanakan peningkatan jalan pada Jalan Anggrek. Adanya perubahan geometrik jalan serta ditambah median jalan secara tidak langsung mempengaruhi arus lalu lintas di ruas jalan tersebut yang berpengaruh juga terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan geometrik jalan terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek saat ini. Analisa kinerja ruas jalan menggunakan metode pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014 untuk jalan perkotaan. Survey dilakukan selama tiga (3) hari yakni dari hari Selasa, Rabu , dan Kamis. Dari hasil survey dan analisis data diperoleh bahwa Volume lalu lintas tertinggi adalah pada hari Selasa dengan jam puncak pada pukul 06.30 wita – 07.30 Wita sebesar 2786 kend/jam. Nilai kapasitas ruas Jalan Anggrek diperoleh sebesar 1187,99 skr/jam, lebih besar dari pada volume lalu lintas yang terjadi yaitu sebesar 995,70 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan yaitu sebesar 0,84. Tingkat pelayanan Jalan Anggrek masuk dalam kategori D, dimana arus mulai terganggu, kecepatan rendah, arus pelayanan berkaitan dengan kapasitas maksimal.</p> Anastasia M. N. Soludale ##submission.copyrightStatement## 2018-10-25 2018-10-25 4 2 16 23 Aspek Keselamatan Jiwa dan Aksesibilitas Fisik Pada Beberapa Bangunan Bersejarah https://ejournalnusanipa.com/siartek/index.php/jsiartek/article/view/42 <div align="justify"><br>Resiko kebakaran dan kasus-kasus bencana lain yang berkaitan dengan keamanan bangunan merupakan hal yang dapat mengancam keberadaan dan keberlanjutan suatu bangunan. Bangunan bersejarah ataupun bangunan konservasi pun tidak luput dari resiko tersebut. Untuk itu, sangat diperlukan adanya instalasi-instalasi pengaman untuk meningkatkan performansi suatu bangunan dan meminimalkan resiko kerusakan. Namun dilain pihak, tuntutan sebuah bangunan bersejarah sebagai bangunan yang sarat akan nilai-nilai signifikan menekankan pada keaslian bentuk tanpa ada perubahan. Benturan kepentingan antara performansi bangunan, dalam hal ini yaitu tingkat keselamatan jiwa dan aksesibilitas fisik dengan konservasi membutuhkan solusi yang tepat dan melibatkan banyak pihak. Penelitian ini membahas tentang penerapan aspek keselamatan jiwa dan aksesibilitas fisik khususnya pada bangunan bersejarah dengan menggunakan metode studi pustaka dan observasi langsung. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan wawasan pengetahuan mengenai relasi antara pelestarian dengan ME khususnya aspek keselamatan jiwa dan aksessibilitas fisik; penerapan ME pada bangunan bersejarah dan sebagai rekomendasi untuk pemerintah, stakeholder, akademika dan praktisi.</div> Yohanes Pieter P. Parera ##submission.copyrightStatement## 2018-10-25 2018-10-25 4 2 24 35